Skip to content
Ahmad Dev Paper
Go back

Bagaimana File Manager Bekerja dan Cara File Disimpan di Disk

Apa itu File dan File Manager?

Apa itu file?
File adalah satuan data yang digunakan untuk menyimpan informasi, seperti dokumen, gambar, audio, video, atau program aplikasi.

Apa itu file manager?
File manager adalah software yang menyediakan antarmuka pengguna (GUI) untuk mengelola file dan directory (folder) di dalam sistem komputer maupun smartphone.

File Manager Populer di Berbagai Desktop Environment

Apa saja yang biasa kita lakukan di dalam file manager?


Apa aja yang sebenarnya file manager lakukan?

File manager itu software yang memudahkan kita mengelola file melalui tampilan visual. Namun di balik itu, semua aksi yang kita lakukan sebenarnya adalah operasi dasar sistem operasi. Semua operasi tersebut sebenarnya juga bisa dilakukan melalui command line interface (CLI).

Catatan: Perintah-perintah di bawah menggunakan OS Linux.
Pada OS lain seperti Windows atau macOS, beberapa perintah mungkin berbeda, meskipun konsep dasarnya tetap sama.

List & navigation command
ls # Melihat isi dalam directory
ls -l # Melihat isi dalam directory lebih Detail file
ls -a # Melihat isi dalam directory Termasuk hidden file
cd folder-1 # Masuk ke folder 1 tingkat
cd folder-1/folder-2 # Masuk folder ke 2 tingkat
cd .. # Kembali ke folder sebelumnya (parent directory)
cd / # Pindah ke root directory
cd ~ # Pindah ke home directory
pwd # Menampilkan path saat ini

Create and delete command
touch file.txt #Membuat file baru di directory saat ini
touch folder-1/file.txt #Membuat file baru di dalam sebuah directory
mkdir folder-1 #Membuat directory/folder
mkdir -p folder-1/folder-2/ # Membuat folder bertingkat
rm file.txt # Menghapus file di direktori saat ini
rm folder-1/file.txt # Menghapus 1 file di dalam folder 1 tingkat di directory saat ini
rm -r folder-1 # Menghapus folder beserta seluruh isinya (recursive)
rm *.txt # Menghapus semua file dengan ekstensi .txt
rm -i file.txt # Menghapus file dengan konfirmasi (interactive)
rm -rf folder-1 # Menghapus folder (paksa, tanpa konfirmasi)

Hati-hati: perintah rm -rf dapat menghapus seluruh data secara permanen tanpa konfirmasi. Tidak ada "recycle bin" / "trash" di CLI seperti di file manager.


Move and copy command
cp file.txt salinan.txt # Menyalin file (file asli tetap ada)
cp file.txt folder-1/salinan.txt # Menyalin file ke dalam folder lain
cp -i file.txt salinan.txt # Konfirmasi sebelum overwrite jika file tujuan sudah ada
cp -n file.txt tujuan.txt # jangan overwrite jika sudah ada
mv file.txt folder-1/ # Memindahkan file ke folder lain
mv file.txt file-baru.txt # Rename file (mengganti nama)
mv -i file.txt file-baru.txt # Konfirmasi sebelum overwrite jika file tujuan sudah ada
mv -n file.txt tujuan.txt # jangan overwrite jika sudah ada

Hati-hati: perintah mv dan cp bisa overwrite sebuah file dan tidak bisa di kembalikan lagi

Perbedaan secara singkat:

CommandFungsiFile asli
cpMenyalinTetap ada
mvMemindahkan / renamePindah

View & info command
cat file.txt # Print / Menampilkan / Melihat isi file
less file.txt # Melihat isi file (scroll)
file file.txt # Mengetahui tipe file
du -h # Melihat ukuran folder/file
lsblk   # Melihat struktur disk dan partisi
df -h   # Melihat penggunaan storage (disk usage)
mount /nama_partisi   # Mount sebuah partisi

Informasi yang ditampilkan oleh perintah seperti lsblk atau df biasanya juga ditampilkan dalam file manager dalam bentuk yang lebih visual, seperti daftar disk, kapasitas storage, dan penggunaan ruang.


Kesimpulan:

File manager membantu kita mengelola file dengan cara yang lebih mudah melalui tampilan visual.
Namun di balik itu, semua operasi seperti membuat, menyalin, memindahkan, dan menghapus file sebenarnya adalah perintah dasar yang dijalankan oleh sistem operasi. Perintah-perintah tersebut juga dapat dilakukan melalui command line interface (CLI), yang menunjukkan bahwa file manager hanyalah antarmuka (GUI) dari proses yang sama. Lebih jauh lagi, setiap file yang kita kelola tidak disimpan sebagai satu kesatuan utuh, melainkan diatur oleh file system dan disimpan dalam bentuk blok-blok data di dalam disk. Dengan memahami hal ini, kita bisa melihat bahwa aktivitas sederhana seperti drag & drop atau delete file sebenarnya melibatkan proses yang jauh lebih kompleks di balik layar.


Bagaimana Disk itu nyimpan data?

Disk memiliki 2 jenis cara menyimpannya:

Lalu apa data yang sebenarnya di simpan ?? binary (01) ? elektron ?

Disk sebenarnya hanya menyimpan 0 dan 1, sedangkan bentuk file (foto, video, dll) hanyalah interpretasi dari sistem operasi. Data tidak disimpan “utuh sebagai file”, melainkan dipecah menjadi bagian kecil yang disebut block (atau allocation unit / cluster). Setiap block terdiri dari beberapa sector, di mana 1 sector umumnya berukuran 4 KB (modern) atau 512 byte (legacy). Kemudian Setiap sector berisi kumpulan byte, di mana: 1 byte terdiri dari 8 bit, 1 bit terdiri dari 0 atau 1,

Contoh katakan kita punya sebuah file : foto.jpg = 1 MB (megaBytes) file tersebut akan di simpan maka dia akan di ubah ke byte 1 MB = 1024 KB kemudian 1 KB = 1024 byte jadi 1 MB = 1,048,576 byte Kemudian Block block tadi di pecah menjadi sector sector 1 sector = 4 KB = 4096 byte Jadi 1,048,576 ÷ 4096 = 256 sector Kemudian kumpulan sector di ubah ke bit jadi 1,048,576 byte = 8,388,608 bit

Gimana caranya bit tersebut disimpan

SSD mengunakan cara elektronik dengan cara baca level muatan listrik (tegangan) di sel, jika HDD menggunakan mekanik dengan cara tersebut HDD dan SSD dapat mengetahui

KomponenHDD (Hard Disk Drive)SSD (Solid State Drive)
Media SimpanPiringan magnetikChip flash (NAND)
Cara KerjaMekanik (lengan & piringan berputar)Elektrik (aliran elektron)
Representasi BitArah kutub magnet (utara/selatan)Muatan listrik pada sel (tegangan)

Meskipun cara kerja fisik menyimpannya berbeda (elektronik vs mekanik), hasilnya sama: sebuah sistem yang bisa mempertahankan status 0 dan 1 meskipun aliran listrik dimatikan (Non-volatile memory).

Penjelasan detail cara HDD dan SSD sebenarnya bekerja:

Peran File System

File system adalah lapisan Abstraksi. Tanpa file system, komputer hanya melihat disk sebagai jutaan “kotak” (block) berisi angka biner tanpa nama. File system memberikan struktur sehingga biner tersebut punya identitas.

Flat File System

Jadi dulu data yg di simpan pada disk pada awalnya dia di simpan langsung berurutan / linear dan tidak terorganisi, sehingga rawan terjadi konflik penulisan data atau kesulitan dalam melacak lokasi file seperti yang saya katakan di awal komputer hanya melihat disk sebagai jutaan "kotak" (block) berisi angka biner tanpa nama., maka dari itu file system hadir untuk pertama kalinya di sebut FAT (File Allocation Table) hadir menggantikan Flat File System, sehingga komputer mudah menyimpan dan mengelola file.

dan masih banyak jenis jenis file system lain punya kelebihan dan kekurangannya masing masing.

Penjelasan lebih lengkap perbedaan antar file system

Namun, file system hanya mengatur bagaimana data disimpan, bukan memahami isi data tersebut. Data tetap berupa biner, dan agar bisa dimengerti manusia, diperlukan encoding seperti ASCII atau UTF-8.

Tidak hanya data yang di simpan ?

Setiap kali kita menyimpan file, ada "data tentang data" yang ikut dicatat agar file tersebut bisa dikelola. di sebut juga Header dan Metadata

Header (Identitas Internal): seperti Magic Numbers, Versi Format File, dan masih banyak lagi sesuai dengan format file,

Contoh Magic Numbers

File TypeMagic Number (Hex)Keterangan
JPEGFF D8 FFHeader awal file gambar JPEG
PNG89 50 4E 47Header file gambar PNG
PDF25 50 44 46Header dokumen PDF
ZIP50 4BHeader arsip ZIP
EXE (Windows)4D 5AHeader executable Windows

Metadata (Identitas Eksternal): seperti Nama File & Lokasi, kapan file di buat dan di rubah (Timestamps), hak akses file menentukan user bisa melakukan apa aja dan siapa aja (Permissions), file tersebut hidden atau gak (Attributes)

Header adalah kontrak teknis antara file dan aplikasi atau software. Jika Metadata memberitahu sistem operasi “di mana” file itu berada, maka Header memberitahu aplikasi “apa” isi file itu sebenarnya dan “bagaimana” cara mengolahnya. Tanpa header, data biner hanyalah sampah yang tidak bisa diinterpretasikan.


Share this post on: